Profesionalisme merupakan suatu
tingkah laku, suatu tujuan, atau rangkaian kualitas yang menandai atau
melukiskan coraknya suatu profesi. Profesionalisme mengandung pula pengertian
menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber kehidupan
A.
Syarat-syarat Profesionalisme Guru
Seorang pendidik atau guru
diharuskan memiliki suatu persyaratan professional yang komplek. Menurut Myra
dan David seseorang yang dikatakan professional adalah orang yang dipandang
ahli dalam bidangnya, dimana yang bersangkutan bisa membuat keputusan dengan
independent dan adil. Jika seseorang menjadi professional, haruslah membuat
suatu langkah penawaran kolektif dengan membangun proses yang baru, institusi
yang baru, prosedur yang baru, yang mengiring pada suatu pemahaman pada apa
sesungguhnya yang diinginkan pendidik: status, dignitas, professional, dan
kompensasi yang logis dari suatu pekerjaan professional.
kelompok tersebut.
1. William
Kornblum: sosiologi adalah uatu usaha ilmiah yang mempelajari masyarakat dan
perilaku social anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam
berbagai kelompok dan kosndisi.
2. Allan
Johnson: sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku,
terutama dalam kaitannya dengan suatu kehidupan social dan bagaimana sistem
tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya
mempengaruhi sistem tersebut.[2]
B.
Ruang Lingkup Sosiologi
C.
Sifat Hakikat Sosiologi
Sifat-sifat
hakikat sosiologi:
1. Sosiologi
adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam maupun ilmu pengetahuan kerohanian.
Pembedaan tersebut bukan mengeai pembedaan metode, akan tetapi menyangkut
pembedaan isi, yang gunanya untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang
bersangkut-paut dengan gejala-gejala alam dengan ilmu-ilmu pengetahuanyang
berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan. Khususnya, pembedaan tersebut
diatas membedakansosiologi dengan astronomi, fisika, geologi, biologi, dan
lain-lain ilmu pengetahuan alam yang dikenal.
2. Sosiologi
bukan merupakan disiplin ilmu yang normative akan tetapi adalah suatu disiplin
ilmu yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi
dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. Sebagai
suatu ilmu pengetahuan, sosiologi membatsi diri terhadap persoalan penilaian.
Artinya sosiologi tidak menetapkan kearah mana sesuatu seharusnya berkembang
dalam arti memmberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan
kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama tersebut.
3. Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu
sosial terapan atau terpakai (applied science). Perlu dicatat bahwa dari sudut
penerapannya, ilmu pengetahuan dipecah menjadi dua bagian yaitu ilmu
pengetahuan murni adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk membentuk dan
mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya,
tanpa menggunakannya dalam masyarakat. Ilmu pengetahuan terapan yaitu ilmu
pengetahuan yang bertujuan untuk mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan
tersebut dalam masyarakat dengan maksud membantu kehidupan masyarakat.[3]
4. Sosiologi
adalah merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak bukan merupakan ilmu pengatahuan
yang kongkrit. Artinya bahwa yang diperhatikanna adalah bentuk dan pola-pola
peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang kongkrit.
5. Sosiologi
bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum
dari interaksi antar manusia dan juga perihal sifat hakikat, bentuk, isi dan
struktur masyarakat manusia.
6. Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dann rasional ciri tersebut menyangkut
soal metode yang dipergunakannya untuk selanjutnya akan diterangkan pada bab
mengenai metode-metode sosiologi.
7. Sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan merupakan ilmu pengetahuan yang
khusus. Artinya, sosiologi mempelajarim gejala yang umum ada pada setiapa
interaksi antar manusia. Perumusan dibawah yang menunjukkan unsur-unsur
beberapa bidang dan gejala kehidupan.[4]
D.
Objek Sosiologi
Sosiologi
memiliki dua kelompok objek atau sasaran dalam kajiannya. Objek makro sosiologi
yaitu masyarakat, sedangkan objek mikro sosiologi yaitu jaringan hubungan antar
masyarakat. Dalam sosiologi masyarakat dilihat dari sudut hubungan antar
manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.
Secara
garis besar, masyarakat dapat ditelaah dari dua sudut, yaitu aspek struktur dan
aspek dinamikanya. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara
unsur-unsur sosial yang poko, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga
sosial, kelompok sosial, serta lapisan sosial. Sedangkan yang dimaksud dinamika
masyarakat ialah apa yang sering disebut dengan proses sosial (pengaruh timbal
balik antara berbagai segi kehidupan bersama) dan perubahan-perubahan sosial.
Namun,
yang menjadi kajian utama dalam sosialogi ialah interaksi sosial karena mnejadi
dasar dalam proses sosial. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang
dinamis, baik hubungan perorangan, hubungan antar kelompok, maupun hubungan
antara seseorang dengan sekelompok manusia.[5]
E. Tujuan
Sosiologi
Tujuan sosiologi adalah untuk mengetahui
konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya,
memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan berkemanusiaan, serta
memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam
masyarakat yang majemuk.
Tujuan sosiologi:
1.
Meningkatkan kehidupan yang serasi di
masyarakat.
2.
Meningkatkan pengertian terhadap
lingkungan sosial manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
3.
Meningkatkan kerjasama antar manusia.
4.
Perencanaan dan pembangunan antar
masyarakat.
5.
Perencanaan pembaharuan masyarakat.
6.
Peningkatan perencanaan pendidikan.
7.
Peningkatan dampak sosial.[6]
[1] JamilSuprihatiningrum.
Guru Profesional: PedomanKinerja, Kualifikasi, danKompetensi Guru. (
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group: 2014). Hlm.80-81.
[2] Ibid...,
hlm.7-8.
[3] Soerjono
Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
2005) cet.38.hlm.20-21.
[4] Ibid…,
hlm.22-23.
[5] Dedi nur haedi,dkk. Pengantar Sosiologi… ,hlm.3.
[6] Nadlir dkk.
Ilmu Pengetahuan Sosial 1. (Surabaya:LAPIS-PGMI:2009).hlm.11-7.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar