Kamis, 22 Desember 2016

pendidikan sosiologi



Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan, atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu profesi. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber kehidupan

A.    Syarat-syarat Profesionalisme Guru
Seorang pendidik atau guru diharuskan memiliki suatu persyaratan professional yang komplek. Menurut Myra dan David seseorang yang dikatakan professional adalah orang yang dipandang ahli dalam bidangnya, dimana yang bersangkutan bisa membuat keputusan dengan independent dan adil. Jika seseorang menjadi professional, haruslah membuat suatu langkah penawaran kolektif dengan membangun proses yang baru, institusi yang baru, prosedur yang baru, yang mengiring pada suatu pemahaman pada apa sesungguhnya yang diinginkan pendidik: status, dignitas, professional, dan kompensasi yang logis dari suatu pekerjaan professional.

kelompok tersebut.
1.      William Kornblum: sosiologi adalah uatu usaha ilmiah yang mempelajari masyarakat dan perilaku social anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kosndisi.
2.      Allan Johnson: sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu kehidupan social dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.[2]

B.     Ruang Lingkup Sosiologi

C.    Sifat Hakikat Sosiologi
Sifat-sifat hakikat sosiologi:
1.      Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan  alam maupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan tersebut bukan mengeai pembedaan metode, akan tetapi menyangkut pembedaan isi, yang gunanya untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang bersangkut-paut dengan gejala-gejala alam dengan ilmu-ilmu pengetahuanyang berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan. Khususnya, pembedaan tersebut diatas membedakansosiologi dengan astronomi, fisika, geologi, biologi, dan lain-lain ilmu pengetahuan alam yang dikenal.
2.      Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normative akan tetapi adalah suatu disiplin ilmu yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. Sebagai suatu ilmu pengetahuan, sosiologi membatsi diri terhadap persoalan penilaian. Artinya sosiologi tidak menetapkan kearah mana sesuatu seharusnya berkembang dalam arti memmberikan petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama tersebut.
3.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu sosial terapan atau terpakai (applied science). Perlu dicatat bahwa dari sudut penerapannya, ilmu pengetahuan dipecah menjadi dua bagian yaitu ilmu pengetahuan murni adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak hanya untuk mempertinggi mutunya, tanpa menggunakannya dalam masyarakat. Ilmu pengetahuan terapan yaitu ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan tersebut dalam masyarakat dengan maksud membantu kehidupan masyarakat.[3]
4.      Sosiologi adalah merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak bukan merupakan ilmu pengatahuan yang kongkrit. Artinya bahwa yang diperhatikanna adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang kongkrit.
5.      Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar manusia dan juga perihal sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat manusia.
6.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dann rasional ciri tersebut menyangkut soal metode yang dipergunakannya untuk selanjutnya akan diterangkan pada bab mengenai metode-metode sosiologi.
7.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajarim gejala yang umum ada pada setiapa interaksi antar manusia. Perumusan dibawah yang menunjukkan unsur-unsur beberapa bidang dan gejala kehidupan.[4]

D.    Objek Sosiologi
Sosiologi memiliki dua kelompok objek atau sasaran dalam kajiannya. Objek makro sosiologi yaitu masyarakat, sedangkan objek mikro sosiologi yaitu jaringan hubungan antar masyarakat. Dalam sosiologi masyarakat dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.
Secara garis besar, masyarakat dapat ditelaah dari dua sudut, yaitu aspek struktur dan aspek dinamikanya. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang poko, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok sosial, serta lapisan sosial. Sedangkan yang dimaksud dinamika masyarakat ialah apa yang sering disebut dengan proses sosial (pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama) dan perubahan-perubahan sosial.
Namun, yang menjadi kajian utama dalam sosialogi ialah interaksi sosial karena mnejadi dasar dalam proses sosial. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis, baik hubungan perorangan, hubungan antar kelompok, maupun hubungan antara seseorang dengan sekelompok manusia.[5]

E.  Tujuan Sosiologi
Tujuan sosiologi adalah untuk mengetahui konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan berkemanusiaan, serta memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk.
Tujuan sosiologi:
1.      Meningkatkan kehidupan yang serasi di masyarakat.
2.      Meningkatkan pengertian terhadap lingkungan sosial manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
3.      Meningkatkan kerjasama antar manusia.
4.      Perencanaan dan pembangunan antar masyarakat.
5.      Perencanaan pembaharuan masyarakat.
6.      Peningkatan perencanaan pendidikan.
7.      Peningkatan dampak sosial.[6]


[1] JamilSuprihatiningrum. Guru Profesional: PedomanKinerja, Kualifikasi, danKompetensi Guru. ( Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group: 2014). Hlm.80-81.
[2] Ibid..., hlm.7-8.
[3] Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada. 2005) cet.38.hlm.20-21.
[4] Ibid…, hlm.22-23.
[5] Dedi nur haedi,dkk. Pengantar Sosiologi… ,hlm.3.
[6] Nadlir dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial 1. (Surabaya:LAPIS-PGMI:2009).hlm.11-7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Offer Products

SHARETHIS

Tiny Star